Panasnya Situasi Korut serta Korsel Usai Peluncuran Rudal

Panasnya Situasi Korut serta Korsel Usai Peluncuran Rudal

Panasnya Situasi Korut serta Korsel Usai Peluncuran RudalSituasi memanas terjadi antara dua negara yang saling bersebelahan, yaitu Korut dan Korsel. Situasi kedua negara ini memang sering memanas sejak keduanya memisahkan wilayahnya dan berdiri sendiri sebagai negara masing-masing. Namun, dalam dua pekan terakhir, situasi menjadi semakin tidak terkendali. Alasan utamanya adalah peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara. Korea Selatan sebagai negara yang berdekatan langsung dengan Korea Selatan tentu tidak bisa tenang saja dengan peluncuran rudal balistik ini. Selama dua pekan terakhir, tercatat sudah ada tujuh rudal balistik yang diluncurkan oleh Korea Utara. Kejadian terakhir itu ada pada Minggu (9/10). Korea Utara secara terang-terangan meluncurkan rudal balistik serta mengarahkannya ke Laut Timur.

Terkait dengan ini, militer Korea Selatan menyampaikan pernyataan resmi. Seperti yang dikutip oleh AFP, militer Korea Selatan mendeteksi adanya dua rudal dengan jarak pendek serta diluncurkan pada kisaran antara pukul 01.48 hingga 01.58. Militer Korea Selatan pun mampu melacak serta mengetahui bahwa rudal balistik itu diluncurkan dari daerah Munchon. Ini merupakan wilayah yang berada di dalam Provinsi Kangwon. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pun menambahkan informasi terkait peluncuran rudal ini. Disampaikan bahwa rudal ini terbang pada ketinggian sekitar 90 km serta terbang dengan jarak di kisaran 350 km. Dengan situasi tersebut, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pun menyebut hal ini sebagai suatu bentuk provokasi yang serius dari pihak Korea Utara pada Korea Selatan. Laporan serupa disampaikan oleh pihak dari Jepang. Coastal Guard dari Negara Matahari Terbit mengonfirmasi bahwa adanya penembakan rudal dari Korea Selatan.

Rudal itu pun disebutkan mendarat di wilayah yang merupakan area di luar zona ekonomi ekslusif dari Jepang. Terkait dengan peristiwa ini, Menteri Pertahanan Jepang melakukan analisis lebih jauh untuk mencari tahu lebih banyak informasi terkait rudal yang ditembakkan. Toshiro Ino selaku Wakil Menteri Pertahanan Jepang pun menyebutkan bahwa salah satu peluru kendali yang ditembakkan oleh Korea Utara itu diidentifikasi sebagai rudal balistik serta ini ditembakkan dari kapal selam.

Korea Selatan memang bukan satu-satunya negara yang geram akan adanya peluncuran dan penembakan rudal oleh militer Korea Utara ini. Jepang pun juga merasakan hal yang sama karena belum lama ini, suatu rudal ditembakkan serta melintasi wilayah Negeri Sakura tersebut. Pyongyang dengan cukup jelas mengonfirmasi peluncuran rudal itu. Dalam pernyataannya, pihak Korea Utara menyebutkan bahwa peluncuran rudal itu hanyalah bentuk tanggapan atas tindakan Amerika Serikat serta Korea Selatan yang saat itu menggelar latihan militer bersama. Pihak Korea Utara memang seringkali mengatakan bahwa latihan militer bersama yang telah terjadi beberapa kali tersebut merupakan suatu upaya dari dua negara tersebut yang ingin menginvasi negara yang ada di bawah kepemimpinan Kim Jong Un tersebut. Peluncuran rudal pun tidak sekedar terjadi dalam dua pekan terakhir. Tercatat bahwa setidaknya Korea Utara sudah meluncurkan hingga 40 rudal dalam kurun waktu satu tahun ke belakang, baik itu untuk rudal balistik ataupun rudal jelajah.

Tindakan dari pemerintah Korea Utara ini pun memang ditanggapi langsung oleh Komando Indo Pasifik dari militer Amerika Serikat. Pihak Amerika Serikat sudah berkomunikasi dengan negara sekutunya yang wilayahnya mengalami ancaman dari peluncuran rudal itu, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Tidak heran bila kemudian latihan militer bersama antar tiga negara ini menjadi cukup sering diadakan untuk menaggapi serta mempersiapkan ketika ancaman rudal dari Korea Utara ini berlanjut ke situasi yang lebih parah. Terkait dengan hal ini, pengamat dari Universitas Ewha yang bernama Lelf-Eric Easley menyebutkan bahwa peluncuran rudal ini tidak hanya sekedar sebagai upaya pengembangan kemampuan militer terbaru dari Korea Utara. Namun, dengan intensitas peluncuran rudal yang ada, pengamat dari universitas di Korea Selatan itu menyebutkan bahwa ini sekaligus menjadi bentuk dari pernyataan kesiapan militer Korea Utara. Easley juga menambahkan bahwa rezim dari Kim Jong Un melancarkan peluncuran rudal dengan intensitas cukup tinggi ini guna memaksa agar Jepang, Amerika Serikat, serta Korea Selatan untuk meninggalkan atau menghentikan kerjasama trilateral yang sudah terjadi itu.

Lebih jauh lagi, sejumlah pejabat dari Korea Selatan serta Amerika Serikat menduga serta menyakini bahwa saat ini militer Korea Utara sedang bersiap dengan uji coba nuklir mereka. Ini akan menjadi uji coba nuklir ketujuh kalau memang benar-benar terjadi. Diprediksi bahwa uji coba ini akan dilangsungkan usai dilaksanakannya Kongres Partai Komunis China. Pengamat keamanan Ankit Panda di Amerika Serikat pun juga menyatakan hal serupa. Ankit Panda menyebutkan bahwa tidak ada waktu presisi terkait uji coba nuklir itu tapi itu akan bisa langsung dijalankan saat Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, sudah menyampaikan perintahnya.

Dari Korea Utara, ternyata Kim Jong Un sendiri memantau secara langsung latihan serta uji coba rudal tersebut. Dilansir dari CNN, latihan ini memang menjadi ajang persiapan untuk menyerang Korea Selatan. Seperti yang dilansir dari kantor berita KCNA serta dikutip Reuters, Kim Jong Un menyampaikan bahwa dia serta pihak Korea Utara tidak ingin melakukan negoasiasi apapun. Kim Jong Un pun menambahkan bahwa pihak Korea Utara merasa tidak memiliki kepentingan sama sekali untuk mengindahkan negosiasi ini. Negosiasi yang dimaksud adalah negosiasi denuklirisasi. Tujuan dari negosiasi ini adalah untuk meminta pihak Korea Utara agar menghentikan uji coba senjata berbasis nuklir. Namun, Korea Utara sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut. Bahkan, banyak pengamat sudah menganalisis jenis rudal dari Korea Utara sejauh ini. Dikutip dari KCNA, ada beberapa rudal yang diduga menggunakan hulu ledak berupa nuklir tiruan di rudal balisiknya.