Penyakit Paling Mematikan Berdasarkan WHO

Penyakit Paling Mematikan Berdasarkan WHO

Penyakit Paling Mematikan Berdasarkan WHO – Sepanjang sejarah manusia sampai saat ini, ada banyak sekali penyakit yang telah diketahui. Sebagian besar merupakan penyakit yang benar-benar sudah teridentifikasi serta bisa ditanggulangi dan diobati. Sebagain lainnya adalah penyakit yang sebatas bisa dicegah agar tidak terjadi. Namun, ada juga penyakit yang sampai sekarang masih belum benar-benar ditemukan obatnya dan masih menjadi ancaman bagi manusia. Dari sekian banyak penyakit yang ada dan tercatat sampai saat ini, World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia sudah merangkum beberapa penyakit yang dianggap mematikan. Ini tidak saja karena sulit diobati, tapi juga karena banyaknya korban dan potensi penyakitnya yang bisa menyebabkan dampak yang mematikan.

Penyakit pertama adalah penyakit jantung iskemik atau yang biasa juga disebut penyakit arteri koroner. Penyakit ini menjadi penyakit paling mematikan saat ini. Sesuai namanya, penyakit ini menyerang jantung dan ini adalah salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia. Penyakit ini terjadi tidak karena gangguan pada organ jantung tersebut. Namun, penyakitnya terjadi ketika ada penyempitan di pembuluh darah yang bertugas memasokkan darah ke dalam jantung. Dalam situasi yang masih tergolong ringan, nyeri di bagian dada akan terasa tapi ketika situasi sudah sangat parah dan pembuluh darah sudah tidak lagi menyempit tapi hingga menyebabkan penyumbatan, gagal jantung bisa terjadi. Hal inilah yang membuat situasi menjadi berbahaya karena ketika itu terjadi, dalam waktu singkat saja jantung bisa berhenti berdetak dan akibatnya fatal. Olahraga secara rutin serta menjaga pola makan yang sehat adalah cara utama untuk mencegah penyakit ini.

Penyakit mematikan kedua masih terkait organ vital manusia. Kali ini, penyakitnya tidak menyerang organ jantung, tapi organ otak. Otak menjadi pusat syaraf dan pusat koordinasi di dalam tubuh, baik itu koordinasi yang bergerak secara sadar atau tidak sadar. Penyakit yang mematikan ini dinamakan stroke. Nama ini tentu tidak asing karena sudah banyak juga disinggung dan banyak juga kasus stroke. Awalnya, stroke banyak dijumpai pada orang dewasa hingga lansia tapi sekarang stroke ini tidak lagi memandang usia. Stroke terjadi saat arteri mengalami masalah. Arteri ini merupakan pembuluh yang bertugas untuk memastikan bahwa otak selalu mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Ketika arteri mengalami masalah, otak kekurangan oksigen dan ini menyebabkan kematian pada sel otak dan ini berakibat fatal. Kerusakan ini bisa berupa penyumbatan atau lebih parahnya lagi adalah kebocoran. Stroke memang tidak menyebabkan kematian, tapi ini bisa menyebabkan cacat permanen, dan kelumpuhan permanen adalah salah satunya karena sel otaknya mati. Gaya hidup sehat dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan.

Penyakit mematikan yang ada di dunia memang terkait dengan fungsi dan kinerja dari organ vital manusia. Organ vital lainnya yang juga bisa mengalami masalah kesehatan dan ini bisa sangat parah adalah organ pernafasan, yaitu paru-paru. Penyakit mematikan yang terkait dengan hal ini dan menempati posisi ketiga adalah infeksi saluran pernafasan. Infeksi saluran pernafasan ini cukup luas dan sebagain besar memang dipicu oleh bakteri dan virus. Penyakit serius yang terkait dengan hal ini adalah tuberculosis atau TBC dan bronkitis. Gejala utama dari infeksi saluran pernafasan memang berupa batuk dan sesak nafas. Namun, situasinya akan bertahan cukup lama dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Penyakit ini relatif lebih mudah disembuhkan dan pemulihan pun bisa dilakukan karena ini tidak separah dua penyakit sebelumnya. Walau demikian, ini membutuhkan penanganan yang sangat serius.

Penyakit selanjutnya masih terkait dengan paru-paru. Penyakitnya adalah paru obstruktif kronik. Penyakit ini biasa juga disingkat dengan nama PPOK. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang paru-paru dan menjadi penyakit dengan durasi panjang. Penyakit jangka panjang ini memang sangat berbahaya dan bisa kambuh walau sudah ada pengobatan. Bronkitis kronis dan juga penyakit emfisima adalah dua dari sebagian penyakit yang masuk kategori PPOK ini. Bahkan, tercatat pada tahun 2004 yang lalu, ada 64 juta orang di seluruh dunia yang mengidap PPOK ini dan penyakitnya bisa kambuh dan muncul setiap saat. Sejauh ini, WHO menyebutkan memang tidak ada pengobatan yang bisa benar-benar memulihkan penyakit yang tergolong PPOK ini. Namun, perawatan medis dan terapi bisa digunakan untuk menekan dan memperlambat pertumbuhan penyakit tersebut.

Paru-paru memang menjadi salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang cukup mudah terserang penyakit berupa virus dan bakteri. Ini karena paru-paru bertugas mengelola udara yang masuk dari luar. Sedangkan, yang masuk ke dalam paru-paru tidak hanya udara saja tapi ada juga bakteri, virus, hingga zat berbahaya yang terbawa oleh udara ke dalam saluran pernafasan. Selain dua penyakit yang sudah disebutkan, ada juga kanker yang masih terkait dengan paru-paru dan WHO menyebutkan kanker ini sebagai kanker yang paling mematikan. Kanker tersebut adalah kanker trakea bronkus, dan kanker paru-paru. Tiga bagian itu memang masuk dalam organ pernafasan tapi sel kanker menyerang bagian spesifik dan efeknya pun berbeda-beda. Bahkan pada penelitian di tahun 2015 disebutkan bahwa kanker yang menyerang sistem pernafasan menyumbang 4 juta kematian setiap tahunnya. Lalu, para peneliti pun menyebutkan bahwa kemunculan kanker ini cukup besar risikonya di negara berkembang karena dampak dari polusi dan asap rokok.

Itulah beberapa penyakit yang dianggap mematikan oleh WHO. Ini semua berdasarkan data yang ada selama ini serta tingkat risiko yang ada dari penyakitnya. Penyakit yang disebutkan itu pun memang sangat mematikan dan efeknya bisa sangat cepat bila tidak ditangani sejak dini. Bahkan untuk stroke, seseorang akan mengalami cacat permanen kalau tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat dalam durasi 3 jam usai serangan stroke ini muncul. Karena itu, pola hidup sehat benar-benar diperlukan.