7 Trend Cloud Computing Terhadap Kepentingan Umat Manusia

7 Trend Cloud Computing Terhadap Kepentingan Umat Manusia – Dunia memang semakin canggih sejak kemunculan era teknologi. Dimana semuanya harus menggunakan alat digital untuk melancarkan proses kerja hingga mendapatkan target sesuai keinginan. Terbaru, Cloud Computing telah menjadi alat yang tak pernah lepas dari bayang – bayang setiap manusia dalam lingkup kantor, perusahaan, lembaga, organisasi dan kelompok besar lainnya.

Kehadiran Komputasi Awan tidak serta merta diluncurkan begitu saja tanpa adanya alasan yang kuat. Diketahui bahwa Cloud Computing muncul untuk mempermudah segala aktivitas setiap manusia sejak pandemi COVID-19. Mereka tidak perlu takut untuk menghadapi tantangan yang beragam hanya dalam melancarkan kegiatan yang harus dijalankan sebagaimana mestinya.

Tahun 2022 menjadi bukti bahwa penggunaan Cloud Computing semakin mengalami perkembangan yang jauh lebih signifikan dari pada tahun – tahun sebelumnya. Kemudian teknologi tersebut diadopsi oleh berbagai perusahaan gadget terbesar untuk menghadirkan nuansa baru terhadap kepentingan manusia. Dan berikut merupakan trend Komputasi Awan yang hingga kini masih berlangsung dan bahkan mengalami peningkatan hingga ke depannya.

1. Menjadi Infrastruktur Terhadap Layanan Digital
Trend yang pertama adalah Cloud Computing telah menjadi infrastruktur utama terhadap semua layanan digital. Diketahui bahwa telah banyak pelayanan yang diberikan untuk kemajuan bersama mulai dari Internet of Things (IoT), kendaraan swakemudi, streaming konten, sosial media dan lain – lain. Berdasarkan analisis Forbes, layanan Komputasi Awan mengalami peningkatan mencapai $ 482 Miliar sejak awal tahun 2022. Hal tersebut berimbas pada layanan seluler dari berbagai provider ternama Indonesia untuk menyediakan jaringan Wi-Fi 6E dan 5G dalam berbagai Kota. Sehingga kebutuhan pokok setiap manusia semakin cepat terpenuhi berkat dukungan baru dari berbagai teknologi lain.

2. Merupakan Kebutuhan Utama
Yang berikutnya, Cloud Computing merupakan kebutuhan utama terhadap perusahaan besar yang telah mengadopsi private cloud atau public cloud yang nantinya disesuaikan dengan tingkat fleksibilitas kebutuhan sehari – hari. Seperti yang dilakukan beberapa layanan cloud mulai dari Google, Microsoft hingga Awesome Web Services (AWS), mereka telah menawarkan hybrid cloud untuk mengusung penggunaan aksesibilitas data hingga aplikasi demi kemajuan perusahaan. Yang kemudian lingkungan multi cloud akan semakin menggunakan layanan Komputasi Awan untuk kepentingan yang berbeda dengan tujuan yang sama. Memasuki era New Normal, kebutuhan Cloud Computing mengalami peningkatan paling tinggi dan telah menjadi strategi perusahaan besar untuk meningkatkan mutu dan kualitas produksi.

3. Mengembangkan Layanan Berbasis Kecerdasan
Di sisi lain, Cloud Computing juga bergerak aktif dalam bidang pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan manusia yang lebih dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI). Dimana platform AI telah mengadopsi sejumlah teknologi modern yang memerlukan bandwidth dan kekuatan komputasi agar mampu memproses berbagai macam data hingga menghasilkan revolusi besar – besaran. Cloud dan AI merupakan dua hal yang saling membutuhkan dan berhubungan sangat erat. Perkembangan tersebut semakin muncul sejak awal tahun 2022 dan sukses menghadirkan segala macam layanan terpadu terhadap user dan penyedia infrastruktur. Alhasil telah banyak dunia komputerisasi yang selalu mengandalkan sistem Komputasi Awan sebagai peningkatan utama.

4. Menjalankan Aplikasi Tanpa Batas
Sejak diluncurkan dan dikelola oleh AWS, Cloud Computing telah memasuki tahap baru dalam menjarah dunia pasar global. Dimana mereka telah mengeluarkan Serverless Computing yang berarti Komputasi Tanpa Server. Walau begitu, sistem tersebut masih mengadopsi Komputasi Awan untuk menyalurkan teknologi berupa Functions-as-a-Service yang nantinya bisa menjalankan aplikasi tanpa batas. Para user tidak perlu terpaku pada penggunaan bandwidth atau storage untuk menggunakannya secara gratis, sebab AWS telah merancang program ganda untuk menyalurkan konfigurasi standar. Hal tersebut berarti besar terhadap model bisnis yang sedang berjalan, yang perusahaan tersebut sangat memungkinkan untuk meraih sumber daya komputasi dalam menyelenggarakan akses digital.

5. Mengelola Data yang Berfokus Pada Cloud-Native
Trend Cloud Computing yang selanjutnya adalah mengelola data yang berfokus pada teknologi Cloud-Native. Diketahui bahwa peningkatan container merupakan objek yang paling penting untuk meningkatkan layanan sejak tahun 2022. Seperti yang dilakukan Docker, perusahaan tersebut mampu mengelola berbagai aplikasi di bidang cloud agar tampil lebih lincah dan cerdas dalam upaya pemusatan kerja terhadap hybrid deployment. Terbukti sejumlah perusahaan besar selalu berharap banyak pada container untuk memajukan strategi Komputasi Awan secara bertahap. Karena hasil produksi yang diberikan sangat luar biasa sejak pemakaian pertama kali.

6. Mengumpulkan Banyak Data Komputasi
Yang keenam yakni Cloud Computing mampu mengumpulkan banyak data komputasi untuk menyalurkan kepada sejumlah sumber data perusahaan yang terlibat aktif di dalamnya. Cara tersebut diyakini bisa meminimalisir penggunaan Edge Computing yang mampu mengurangi daya dan latensi setiap perangkat keras. Yang mana Edge Computing masih merupakan bayang – bayang smartwatch, smartphone hingga perangkat cerdas lainnya. Sekalipun merupakan ancaman besar terhadap Cloud Computing, namun hal tersebut masih tetap terkendali lantaran bersifat Time-Driven. Bahkan telah terprediksi akan mengalami peningkatan hingga tahun 2025 mendatang.

7. Menerapkan Praktik Berkelanjutan
Dan trend Cloud Computing yang paling akhir ialah menerapkan praktik berkelanjutan yang memicu ekosistem Environmental, Social and Corporate Governance (ESG). Sejumlah provider public cloud telah melakukan kerja sama secara intern untuk mendorong dan meningkatkan visibilitas yang memungkinkan para user tetap menggunakan layanan tersebut dari hari ke hari. Sementara perubahan iklim telah menjadi perumusan masalah terbesar terhadap semua lembaga yang ingin memecahkan berbagai solusi inovatif. Tak heran jika ESG Sustainability dijadikan tolok ukur terhadap perkembangan dunia Komputasi Awan.